Karena keterbatasan waktu, kemacetan dan kesemrawutan lalin bisa menjadi pemicu stres
Dengan semakin bertambahnya volume kenderaan bermotor semakin hari semakin memadati jalan raya, tentu saja menambah banyak persoalan , kemacetan dan kondisi semrawut jalan raya yang padat misalnya, bisa jadi salah satu persoalan yang bisa menjadi pemicu stres. Jika Anda memiliki sopir pribadi mungkin hal ini tidak begitu mengganggu, tetapi bagi mereka yang menyetir sendiri berangkat dan pulang dari bekerja atau kegiatan lainnya pasti jengkel akibat kemacetan dan semrawutnya kondisi lalu lintas di jalan raya.
Tidak mungkin kita menghindar dari kemacetan karena tidak ada jalan alternatif lain, mau tidak mau harus menghadapinya setiap hari. Ada kalanya Anda bisa mengatasi rasa jenuh karena macet, tetapi terkadang muncul rasa stres sangat tinggi, mengutip tulisan Petti Lubis, Mutia Nugraheni dari VivaNews, guna menghindarinya lakukan tiga langkah berikut.
1. Turunkan tensi saat lampu merah
Ketika lampu sedang menyala merah atau lalu lintas terhenti, kondisikan tubuh untuk menurunkan tensi. Pegang setir dengan erat-erat, angkat bahu ke arah telinga Anda, dan lepaskan tensi dengan menghembuskan napas dengan cepat atau sedikit berteriak.
Setelah itu tarik napas perlahan melalui hidung, lalu buang melalui mulut juga secara perlahan. Biarkan emosi hilang bersamaan ketika Anda membuang napas.
2. Lampu hijau, bernapas
Saat lampu hijau, kembali ambil napas secara dalam. Mulailah kembali mengemudi dengan napas yang teratur dan tidak suntuk. Ini sangat penting agar Anda lebih berhati-hati dalam menyetir dan mengurangi stres. Oksigen yang masuk ke dalam otak juga membantu Anda lebih tenang.
3. Perbaiki postur
Perhatikan postur tubuh Anda saat menyetir. Pastikan posisi tubuh dalam kondisi yang benar. Ini mempengaruhi peredaran darah, jika posisi duduk tidak benar maka peredaran darah tidak lancar dan Anda mudah sekali merasa nyeri. Rasa nyeri inilah yang menjadi pemicu stres, belum lagi kondisi jalanan membuat nyeri makin bertambah.
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar