![]() |
| Juru kunci Gunung Merapi Mas Penewu Suraksohargo atau kerap disapa Mbah Maridjan membersihkan halaman rumahnya di Dukuh Kinahrejo, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada pertengahan tahun 2006. |
SLEMAN, KOMPAS.com — Pekikan tahlil mengiringi masuknya jenazah Mbah Maridjan ke liang lahat. Ribuan warga yang menghadiri prosesi pemakaman itu serentak berulang-ulang mengumandangkannya.
Sebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, juru kubur memecahkan peti kayu untuk mengeluarkan jenazah Mbah Maridjan. Mbah Maridjan dimasukkan ke dalam liang lahat tanpa peti. Baru setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat, potongan kayu peti itu juga ikut dikuburkan bersama.
Prosesi pemakaman sendiri saat ini sudah selesai dilaksanakan di Dusun Slunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Sebelum dikuburkan jenazah, juru kunci Gunung Merapi ini dua kali dishalatkan. Salat jenazah pertama di RS Sardjito dan di kompleks Universitas Islam Indonesia.
Sumber : tribunnews.comSebelum jenazah dimasukkan ke liang lahat, juru kubur memecahkan peti kayu untuk mengeluarkan jenazah Mbah Maridjan. Mbah Maridjan dimasukkan ke dalam liang lahat tanpa peti. Baru setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat, potongan kayu peti itu juga ikut dikuburkan bersama.
Prosesi pemakaman sendiri saat ini sudah selesai dilaksanakan di Dusun Slunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Sebelum dikuburkan jenazah, juru kunci Gunung Merapi ini dua kali dishalatkan. Salat jenazah pertama di RS Sardjito dan di kompleks Universitas Islam Indonesia.
http://regional.kompas.com/read/2010/10/28/13344023/Peti.Mati.Mbah.Maridjan.Dipecahkan
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar