(Kominfo-Newsroom) Direktur Perencanaan MakroBadan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) BambangPrijambodo mengatakan asumsi nilai tukar rupiah dalam RancanganAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 pada kisaranRp9.250 per dolar AS masih dalam kisaran aman.
“Asumsi nilai tukar pada kisaran angka Rp9.250 per dolar ASmasih berada pada posisi aman,” kata Bambang di Gedung BappenasJakarta, Selasa (5/10).
Menurutnya, asumsi nilai tukar rupiah tersebut masih sesuaidengan ekspektasi bahwa prospek perekonomian Indonesia secara umummenunjukkan peningkatan. Selain itu, posisi nilai tukar rupiah yangterus menguat sampai saat ini masih kompetitif untuk kepentinganperekonomian nasional apabila dibanding nilai tukar negara-negaratetangga.
Ditambahkannya, penguatan nilai tukar mata uang Rupiah yang saatini berada pada kisaran Rp9.000 per dolar AS juga tidak perludikhawatirkan akan menggangu stabilitas ekonomi dan daya saingekspor Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, kekhawatiranakan terjadi manakala nilai tukar rupiah berada pada kisaran antaraRp8.000-8.500 per dolar ASUSD1.
Kita mengkhawatirkan kalau penguatan Rupiah lebih besardibanding penguatan mata uang negara lain. Jangan sampai menyentuhRp8.500 karena penguatan yang terlalu besar dibanding di negaralain, akan berimbas pada daya saing ekspor kita, katanya.
Ia menjelaskan penguatan nilai tukar Rupiah saat ini belumbegitu berpengaruh pada menurunnya daya saing ekspor. Menurunnyaekspor saat ini karena adanya kondisi pertumbuhan dan perbaikanperekonomian global yang pada fase kedua tahun ini akan mengalamiperlambatan.(T.Ia/dry)
depkominfo.go.id
Translate to : by


0 komentar:
Posting Komentar