Safrezi Fitra - Okezone
"Koin ini pengaruh inflasi," kata Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Permasalah terhadap sulitnya riteler mencari koin, menjadi penyebab riteler menetapkan pembulatan harga untuk setiap produknya. Saat ini, Tutum mengatakan, jika tiap satu mini market membutuhkan 11 miliar koin setiap bulannya.
Untuk penukaran koin pada sistem mini market adalah koin tersebut di kumpulkan di distributor center (DC) kemudian setiap koin tersebut didistribusikan kepada setiap gerai atau outlet mini market dengan menggunakan mobil khusus dan dengan nominal yang sama.
Hal ini sangatlah sulit karena setiap pengusaha ritel membutuhkan biaya tambahan lagi untuk mengurus uang koin tersebut.
Lain halnya dengan riteler-riteler besar yang cenderung tidak terlalu bermasalah dengan uang koin. Karena sulitnya penukaran koin merupakan salah satu faktor penyebab mengapa para riteler besar melakukan penggenapan harga setiap produknya.
"Yang terbesar kebutuhannya (uang koin) itu di mini market, kalau di riteler-riteler besar cenderung tidak terlalu masalah, karena angkanya pun sudah mulai ada penggenapan," jelas Tutum.
Penggenapan harga yang dilakukan oleh riteler-riteler inilah yang menyebabkan inflasi, bisa dibayangkan bila mini market juga melakukan hal yang sama. Peningkatan inflasi bisa dipastikan akan lebih besar lagi dan uang kecil dengan nominal koin sekarang bisa tidak ada harganya.(wdi)
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar