Teroris Beraksi dari Penjara, Patrialis Akui Ada Keteledoran

Jumat, 29 Oktober 2010

Terkuaknya otak teroris Medan, Toni Togar, yang beraksi mengendalikan operasi di dalam sel, menunjukkan lemahnya pengawasan di lembaga pemasyarakatan (LP). Menkum HAM Patrialis Akbar berjanji akan membenahi sistem pengawasan.

"Pokoknya kita senantiasa benahi. Kita sudah ada kebijakan-kebijakan untuk memantau kalau ada masalah ya tentu bagi kita perlu waspada lagi," kata Patrialis usai acara Sertijab Kapolri di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (27/10/2010).

Menurut Patrialis, proses terhadap Toni Togar telah diserahkan sepenuhnya kepada Polri. Saat ini Toni telah diserahkan Kemenkum HAM kepada Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Lalu bagaimana cara Menkum HAM mencegah hal ini tidak terulang? "Ya itulah, tapi kita sudah melakukan penyelidikan. Pokoknya kita sekarang tidak ada toleransi apalagi berkaitan dengan teroris," jelasnya.

Patrialis mengatakan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap para sipir penjaga yang mengawasi Toni Togar.

"Belum. Sekarang masih diperiksa oleh polisi. Nanti kalau sudah dikembalikan ke penjara, kita baru akan kita periksa lagi," tukasnya.

Patrialis mengaku, kasus Toni Togar murni kesalahan pengawasan sipir penjara. Ia berjanji akan mengevaluasi dan menindak tegas bawahannya yang terbukti terkait dengan kasus tersebut.

"Kalau memang ada seperti itu, itu keteledoran juga. Kesalahan malah dari staf kami. Pasti kami akan melakukan tindakan terhadap mereka," tegasnya.

Polisi menduga Toni Togar sebagai otak teroris Medan. Toni mengendalikan operasi teroris di Medan dengan merekrut dan mendanai aksi seperti perampokan Bank Lippo dan pemboman gereja di Pekanbaru tahun 2000.

Terungkapnya aksi Toni Togar berasal dari pengakuan para tersangka yang ditangkap Densus 88. Toni merupakan alumni pesantren Al Ngruki, Solo milik Abu Bakar Ba'asyir.

(ape/lrn)

Aprizal Rahmatullah - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/151842/1476695/10/teroris-beraksi-dari-penjara-patrialis-akui-ada-keteledoran?nd992203605
Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar