![]() |
Lukisan Kusni Kasdut berupa bangunan Gereja Katedral. Lukisan terbuat dari batang pohon pisang. |
Pernah dengar nama Kusni Kasdut? Atau barangkali malah ada pembaca yang mengalami masa heboh Kusni Kasdut yang mencuri koleksi, arca emas/permata di Museum Nasional sekitar setengah abad silam? Kusni Kasdut, atau kemudian menjadi Ignatius Kusni Kasdut, masuk dalam jajaran "Robin Hood" Indonesia periode setelah kemerdekaan, lebih tepatnya pada masa awal Orde Baru.
Kali ini saya belum akan membahas kisah penjahat legendaris itu lebih dalam. Namun, jika ada yang penasaran melihat hasil karya seni Kusni Kasdut berupa lukisan Gereja Katedral dari batang pohon pisang (gedebok pisang), bisa mampir ke Museum Katedral di Gereja Katedral Jakarta.
Di balkon Gereja Katedral itulah lukisan tersebut berada. Lukisan itu dipamerkan bersama benda-benda koleksi gereja lainnya. Di bawah lukisan Kusni Kasdut itu diberi keterangan, lukisan dari batang pohon pisang tersebut dibikin Kusni Kasdut selama mendekam di penjara menjelang dieksekusi. Ia dibaptis di penjara Cipinang pada 19 Desember 1968 dan dieksekusi beberapa tahun kemudian.
Lukisan Kusni itu tentu menjadikan nuansa museum tersebut berbeda. Pasalnya, isi museum itu kebanyakan adalah alat-alat ibadat, patung, buku, kasula (busana khas imam), serta benda-benda lain, seperti vandel lambang gereja, alat mati raga, kaleng misi sebagai tempat menampung uang logam bagi karya misi pater-pater Yesuit di Indonesia.
Minggu, 16 Mei 2010, Museum Katedral menggelar "Open House Museum Katedral". Siapa pun yang ingin melihat, mengambil gambar gereja dan ornamennya, baik dari luar maupun dalam, hingga ke balkon tempat museum berada, dipersilakan. Gratis. Ada pemandu pula.
Open house itu digelar sebulan sekali. Namun, jika ingin melihat museum di luar acara open house, bisa datang hari Senin, Rabu, dan Jumat tak lebih dari pukul 12.00. "Museum ini sempat ditutup selama 15 bulan karena gereja dipugar dan baru dibuka kembali pada 21 Maret 2010," kata Humas Gereja Katedral Graece Tanus.
Museum Katedral diprakarsai oleh Pater Rudolf Kurris yang pernah menjadi pastor kepala di Katedral. Kurris-lah yang kemudian menempatkan benda-benda bersejarah koleksi gereja di balkon. Itu dimulai pada 1988 bersamaan dengan pemugaran gereja.
Kemudian museum ini diresmikan pada 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja SJ yang kala itu menjabat sebagai Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia sekaligus Uskup Agung Semarang. Dalam buku Perjalanan Iman Gereja Katedral disebutkan pula, dalam peresmian itu hadir Kepala Dinas Pariwisata DKI, kala itu, Bambang Sungkono.
Selain koleksi lukisan batang pohon pisang karya Kusni Kasdut, museum ini juga memamerkan Patung Bunda Maria Berkonde yang diapit sepasang perempuan dan pria Jawa dalam posisi sedang menyembah. Ketiga patung itu dibikin oleh Pater Reksaatmadja SJ sekitar tahun 1930 saat ia belajar Ilmu Ketuhanan di Belanda.
Mitra (topi ibadat) dan Tongkat Gembala Paus Paulus VI yang diberikan kepada umat di Indonesia dalam kunjungannya tahun 1970 juga ikut dipamerkan. Demikian pula dengan Piala, Patena, dan Kasula Paus Yohanes Paulus II yang diberikan kepada umat Katolik di Indonesia saat ia berkunjung tahun 1989.
Museum sederhana itu juga memamerkan buku ibadat yang pernah dipakai sehingga perkembangan ibadat gereja Katolik juga bisa diikuti. Foto proses pembangunan gereja ini juga dipamerkan. Gereja yang sekarang ini dibangun pada 1891 dan diresmikan pada 1901.
Arsitektur gereja itu juga merupakan museum tersendiri. Arsitektur gereja bergaya neogotik ini dibangun dengan denah berbentuk salib. Konstruksi bangunan dikerjakan oleh tukang batu dari Kwongfu, China.
Pada kuda-kuda kayu jati tertulis aksara Tionghoa. Sementara itu, di salah satu sudut bangunan gereja bisa ditemukan batu penjuru bertuliskan 1899 yang menjadi tanda untuk membentuk Gereja Kristus.
Pada acara open house itu, pihak gereja juga menceritakan Goa Maria yang ada di halaman gereja, lebih mirip dengan Goa Maria di Lourdes, Perancis. Tak ketinggalan, penjelasan tentang Menara Benteng Daud dan Menara Gading yang merupakan perlambang dari Bunda Maria.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
www1.kompas.com
Ada 10 Tanggepan Untuk Artikel Ini. Posting Tanggepan Anda
citra @ Minggu, 4 Juli 2010 | 21:00 WIB
Kusni Kasdut memang Robin Hood Indonesia, dia tidak pernah tertangkap dan waktu tertangkap bisa hilang di penjara, Pertobatannya karena adanya panggilan hati nuraninya dan ilmunya sejak saat itu dia hilangkan. Saya pernah wawancarai dia, Polisi dibuat kalang kabut atas tingkahnya, Dia membunuh pada waktu terjepit karena korbannya berteriak. Uang hasil rampokan dia bagikan ke rakyat jelata dan hidupnya tetap sederhana, tidak kaya sampai ajal menjemputnya. Dia mantan pejuang 45 dan Tetap berjuang.
Kusni Kasdut memang Robin Hood Indonesia, dia tidak pernah tertangkap dan waktu tertangkap bisa hilang di penjara, Pertobatannya karena adanya panggilan hati nuraninya dan ilmunya sejak saat itu dia hilangkan. Saya pernah wawancarai dia, Polisi dibuat kalang kabut atas tingkahnya, Dia membunuh pada waktu terjepit karena korbannya berteriak. Uang hasil rampokan dia bagikan ke rakyat jelata dan hidupnya tetap sederhana, tidak kaya sampai ajal menjemputnya. Dia mantan pejuang 45 dan Tetap berjuang.
santi @ Rabu, 26 Mei 2010 | 22:40 WIB
setujuuu
setujuuu
Swanggy @ Rabu, 26 Mei 2010 | 11:59 WIB
Poficiat Katedral...!
Poficiat Katedral...!
abbas @ Selasa, 25 Mei 2010 | 23:17 WIB
@aneh, udah tau sejarahnya blom bro? baca dulu napa... dia emang perampok dan pembunuh tapi argumen lo yg bilang hasilnya dia makan sendiri tu salah.
@aneh, udah tau sejarahnya blom bro? baca dulu napa... dia emang perampok dan pembunuh tapi argumen lo yg bilang hasilnya dia makan sendiri tu salah.
Markus Iwandi @ Selasa, 25 Mei 2010 | 14:34 WIB
@ aneh: Baca dulu history Kusni Kasdut. Kenapa dia melakukan itu. Jangan asal murka.
@ aneh: Baca dulu history Kusni Kasdut. Kenapa dia melakukan itu. Jangan asal murka.
neh @ Selasa, 25 Mei 2010 | 12:40 WIB
gimana ceritanya si Kasdut jadi Robinhood? Lah, dia ngerampok untuk dimakan sendiri. Dia ngebunuh korbannya. Trus dia dieksekusi mati. Udah deh, jangan ngaco. Kalo mo nulis lukisan si Kasdut, nulis aja. Ga usah pake embel-embel Robinhood segala. Ini persis teroris dikira pahlawan.
gimana ceritanya si Kasdut jadi Robinhood? Lah, dia ngerampok untuk dimakan sendiri. Dia ngebunuh korbannya. Trus dia dieksekusi mati. Udah deh, jangan ngaco. Kalo mo nulis lukisan si Kasdut, nulis aja. Ga usah pake embel-embel Robinhood segala. Ini persis teroris dikira pahlawan.
adhi tw @ Selasa, 25 Mei 2010 | 12:02 WIB
Diidolakan atau tidak, Kusni Kasdut adalah figur orang bertobat. Tidak peduli agamanya apa, kita perlu menghormati setiap orang yg bertobat. Bertobat adalah cara paling indah untuk mengakui keterbatasan dan kenaifan kita sebagai manusia.
Diidolakan atau tidak, Kusni Kasdut adalah figur orang bertobat. Tidak peduli agamanya apa, kita perlu menghormati setiap orang yg bertobat. Bertobat adalah cara paling indah untuk mengakui keterbatasan dan kenaifan kita sebagai manusia.
ario segoro @ Selasa, 25 Mei 2010 | 11:37 WIB
ihh..jangan lupa juga ama robinhood yg lain dong, sumanto,robot gedek,babeh,ryan itu robinhood kls bawah, trus robinhood berdasi -BLBI,gayus de el el. nah banyak kan robinhood kita.....
ihh..jangan lupa juga ama robinhood yg lain dong, sumanto,robot gedek,babeh,ryan itu robinhood kls bawah, trus robinhood berdasi -BLBI,gayus de el el. nah banyak kan robinhood kita.....
suta @ Selasa, 25 Mei 2010 | 10:34 WIB
Kusni Kasdut bisa jadi ada yang mengidolakannya..
Kusni Kasdut bisa jadi ada yang mengidolakannya..
george samuel @ Selasa, 25 Mei 2010 | 10:32 WIB
paling tidak bagi yang menyebut dia sebagai "robin hood indonesia"
paling tidak bagi yang menyebut dia sebagai "robin hood indonesia"
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar