10 Senjata Api Disita, Punya Siapa?

Jumat, 19 November 2010

Selama Operasi Pekat, polisi menangkap 402 orang, sebanyak 137 orang ditahan. 

Kepolisian Daerah Metro Jaya menindak 402 pelaku tindak kejahatan selama pelaksanaan Operasi Pekat Jaya 2010. Dari jumlah itu, pelaku kejahatan jalanan yang paling banyak diamankan.

Hasil Operasi Pekat Jaya 2010, yang berlangsung sejak 8 November 2010 lalu, ada 351 kasus kejahatan, 169 kasus premanisme, 117 kasus kejahatan jalanan seperti pencopetan dan pemerasan, serta 65 kasus perjudian.   

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, ada sekitar 137 orang yang ditahan karena tingkat kejahatan yang dilakukan mewajibkan tersangkanya menjalani hukuman. "Sebanyak 266 orang dibina. Ada sejata api dan sejata tajam yang diamankan," ujar Boy Rafli, Jumat 19 November 2010.

Sedangkan untuk kasus kejahatan jalanan, tersangka yang ditahan sebanyak 152 orang, dan enam orang dibina. Operasi Pekat Jaya 2010, masih akan dilakukan untuk menekan angka kejahatan yang terus naik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sementara total barang bukti yang diamankan petugas berupa 10 pucuk senjata api jenis revolver, dua jenis FN, dan dua pistol mainan. Ada delapan butir peluru.

Sedangkan senjata tajam yang diamankan sebanyak 37 bilah senjata tajam, tujuh unit kendaraan roda dua dan 14 unit kendaraan roda empat, 54 botol minuman keras dan uang tunai lebih dari Rp 10 juta.

Khusus untuk kasus perjudian polisi menangkap 113 orang yang keseluruhannya ditahan. Adapun barang bukti yang disita dari tangan tersangka berupa 49 alat judi baik kupon togel, kartu dadu dan lainnya. Serta uang tunai sebesar Rp11 juta lebih. 

Selama Oktober 2010, peningkatan kejahatan mencapai 30 persen dibanding bulan sebelumnya. Direktorat Reserse Kriminal Umum dan jajaran serupa pada tingkat Polres dan Polsek telah menerima laporan masyarakat mengenai kejahatan sebanyak 2.196 kasus.

Pencurian kendaraan bermotor roda dua dan empat menempati posisi tertinggi dengan 845 kasus. Sementara Kejahatan pencurian dan perampokan ada pada peringkat kedua.

Di Kabupaten Tanggerang, menjadi titik paling rawan dengan 168 kasus pencurian kendaraan roda dua. Di wilayah Jakarta Barat, pencurian kendaraan roda empat mencapai 46 kasus.

Kasus pencurian dengan kekerasan baik menggunakan senjata api maupun senjata tajam juga terbilang tinggi. Pada Oktober, ada 56 kasus perampasan, 12 kasus perampokan. (adi)



• VIVAnews 
http://metro.vivanews.com/news/read/189554-10-senjata-api-disita-selama-operasi-pekat


Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar