Aburizal merasa dizalimi sebab diberitakan bertemu Gayus. Berita itu, katanya,fitnah besar.
Pengusaha Aburizal Bakrie, yang akrab disapa Ical, berencana melaporkan sejumlah media ke Dewan Pers, Rabu 24 November 2010. Aburizal menilai bahwa sejumlah media itu telah menyudutkan dirinya dalam berita soal plesirnya Gayus Tambunan ke Bali. Rencananya, Ketua Umum Partai Golkar ini juga akan mengadukan kasus ini ke kepolisian.
Menurut Aburizal, media yang akan dilaporkan tersebut sudah berkali-kali memberitakan yang tidak sesuai fakta. Tidak ada fakta, lanjutnya, dan memang tidak benar bahwa dirinya bertemu dengan Gayus di Bali. Tetapi berita yang tidak benar ini secara terus-terusan diberitakan. Ical merasa dirinya sudah menjadi korban empuk dari pelesiran Gayus ini. “Dengan terpaksa besok akan kami laporkan,” kata Aburizal saat menghadiri acara HUT Partai Golkar Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Selasa 23 Oktober 2010.
Menurut dia, pemberitaan miring soal bertemu dengan Gayus itu sungguh sudah membunuh karakternya. "Kita tahu media itu mempunyai 'pedang' yang sangat tajam, pedang ini sama dengan orang yang mau membunuh," kata Aburizal.
Meski demikian, Aburizal tidak menyebut nama-nama media yang akan dilaporkan itu. Dia hanya mengungkapkan bahwa ada media televisi yang secara eksplisit memberitakan pertemuannya dengan Gayus, lengkap dengan lokasi dan harinya. "Ini memutarbalikkan fakta," katanya.
"Mereka telah melanggar kode etik jurnalistik. Saya berharap Dewan Pers mempertimbangkannya." Dewan pers, lanjutnya, adalah lembaga yang paling paham apakah berita-berita tanpa fakta itu sesuai dengan kode etik atau tidak.
Laporan Dian Wijanarko
• VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/190237-aburizal-bakrie-laporkan-media-ke-dewan-pers
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar