Inilah jadinya bila usia sudah tua tapi tidak menikah, akibatnya istri orang pun diembat juga. Bagai pagar makan tanaman itulah yang dilakukan sebut saja Cakil (35) terhadap seorang perempuan berinisial Pon istri dari Su (30).
Sebagai teman yang sudah lama kenal Su tidak menaruh curiga macam-macam meskipun Cakil sering main ke rumahnya di Kavling Bukit Seroja Kecamatan Sagulung. Tapi diam-diam, Cakil ternyata menaruh hati pada istri Su yang tak lain adalah Pon.
Setiap Su pergi kerja, Cakil datang menemui Pon. Cakil juga secara jujur menuangkan rasa cintanya terhadap Pon yang notabene sudah mempunyai satu orang anak. Terang saja, perasaan cinta Cakil ditolak mentah-mentah oleh Pon. Pon beralasan kalau dia masih mencintai suaminya.
Cakil tidak pernah surut nyali. Dengan semangat empat limanya, Cakil terus memburu cinta Pon terhadapnya. Bahkan Cakil siap menunggu meski Pon nantinya sudah berstatus janda."Dia bilang kutunggu jandamu," ujar Pon kepada tribunnews, Senin (15/11/2010) di Polsek Seibeduk.
Selain rasa cinta Cakil sangat besar kepada Pon, Cakil juga menaruh hasrat nafsu untuk bisa bersetubuh dengan Pon. Kesempatan itu akhirnya tiba, tepat tanggal 1 November 2010 sekitar pukul 21.00 WIB, Pon meminta tolong pada Cakil untuk mengantar ke rumah saudara Pon di daerah Tanjungpiayu.
Selepas pulang dari rumah saudaranya, ditengah jalan tepatnya di bukit Kemuning mereka berdua kehujanan. Bukannya memaksa pulang, justru Cakil mengajak Pon berteduh, karena lokasi disekeliling mereka sepi, Cakil langsung mengeluarkan jurus andalannya untuk mengajak Pon bersetubuh.
Pon tak kuasa menahan gelora nafsu setan yang ada dalam pikiran Cakil malam itu. Meski sekuat tenaga berontak, Cakil tetap saja bisa menyetubuhi Pon. Tangisan Pon tidak membuat Cakil iba, justru Cakil mengancam Pon supaya jangan menceritakan perbuatanya kepada Su suaminya.
"Saya sudah berontak, tapi tangannya bekap mulut saya. Kaki saya diangkatnya. Dia mengancam, kalau saya cerita ke suami, dia akan membunuh suami saya. Saya hanya bisa menangis, padahal dia sudah saya anggap sebagai abang saya sendiri, tapi dengan tega dia perkosa saya," ujar Pon.
Seminggu Pon harus memendam rasa sakit hatinya terhadap Cakil. Aksi bejat Cakil akhirnya terbongkar setelah kebetulan Pon bercerita kepada ketua RT saat dia bersama suaminya akan mengurus KTP. Betapa terpukulnya hati Su begitu mendengar istrinya dinodai oleh Cakil yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri.
"Sakit hati ini, tapi pak RT tahan emosi saya. Pak RT menyuruh saya lapor polisi. Kasus ini katanya tidak boleh dibiarkan dan sudah masuk ranah hukum. Makanya saya tahan emosi ini, siapa yang sabar bila istri dinodai orang yang sudah lama kita kenal," ujar Su.
Keduanya lalu melaporkan kasus ini di Polsek Seibeduk, Minggu (14/11/2010) malam. Supaya Pon tidak keburu kabur, polisi meminta Pon untuk mengajak Cakil datang ke lokasi Seibeduk supaya polisi dengan mudah menangkap Cakil.
"Saya datang kerumah dia (Cakil), saya minta tolong untuk antar saya urus KTP di kecamatan Seibeduk, dia akhirnya mau. Suami saya sudah tunggu di Polsek," ujar Pon.
Strategi ini ternyata berhasil. Polisi akhirnya dengan mudah menangkap Cakil yang saat itu berada diatas motor menunggu Pon didepan kantor kelurahan yang tepat bersampingan dengan kantor polisi. Cakil pun tak berkutik, saat kanit Reskrim Polsek Seibeduk Bripka Jupri menangkap nya.
Meski sudah tau bersalah, bujang lapuk ini tetap saja membantah telah menyetubuhi Pon. "Tidak saya tidak pernah masukin barang saya ke dia (Pon). Kami berteduh memang benar, tapi saya tidak pernah gituin dia," ujarnya mengelak.
Kapolsek Seibeduk AKP Firdaus mengaku kasus ini masih dalam proses penyidikan. Sengaja keduanya dipertemukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Kasus ini masih perlu didalami lagi. Sementara kami belum menganggap kasus pemerkosaan dulu sebelum tau perkembangan pemeriksaan dulu," ujar Firdaus.
Translate to : by


0 komentar:
Posting Komentar