Tertinggal Vietnam, RI Mau Belajar Budidaya Ikan Patin

Rabu, 17 November 2010

Perlahan-lahan Vietnam terus mengungguli Indonesia di berbagai sektor. Misalnya di sektor perikanan budidaya ikan patin, Vietnam menjadi negara yang mampu menyuplai 96% kebutuhan dunia padahal ikan patin merupakan ikan asli Sumatera.

"Ikan patin itu asli Indonesia tapi dikembangkan di Vietnam, asalnya di daerah sungai-sungai Sumatera," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan kepada detikFinance, Selasa (16/11/2010)

Thomas menuturkan ikan patin awalnya dikirim ke Vietnam 12 tahun lalu. Faktanya saat ini Vietnam berhasil membudidayakannya dan berhasil mendulang devisa sebesar US$ 1 miliar setiap tahun melalui ekspor ikan patin ke seluruh dunia.

"Budidaya ikan patin di Vietnam satu hektare bisa sampai 400 ton. Bibitnya diambail dari Indonesia  kira-kira 12 tahun lalu. Sekarang dikembangkan sepanjang Sungai  Mekong," jelas Thomas.

Menurutnya Vietnam berhasil menjadi negara pembudidaya ikan, total ekspor udang dan ikan Vietnam mencapai US$ 2 miliar per tahun. Vietnam bersama empat negara ASEAN lainnya yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia menguasai 60% pasar ikan dan udang dunia.

"Kita justru sekarang ketinggalan," ucapnya.

Ia mengatakan di daerah-daerah seperti Riau, budidaya ikan patin sudah berkembang, meski saat ini Indonesia belum mampu mengekspor ikan patin. Padahal ikan patin sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia.

"Pertengahan Desember, bersama pemerintah kita akan studi banding ke Vietnam, bagaimana membudidayakan ikan patin seperti soal pakan, financing," jelasnya.

(hen/dnl)
http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/160138/1495755/4/tertinggal-vietnam-ri-mau-belajar-budidaya-ikan-patin


Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar