Eks Petinju Ikut Bunuh Staf Konsulat Belanda

Jumat, 29 Oktober 2010

Mobil Barang Bukti Pembunuhan. Foto : Sutya/Renny Susilawati
Dua pekan setelah penemuan mayat pria asal Belanda bersama istrinya, Dich Parter Van Anwerpen, 69, dan Suyatmi, 56, warga Jl Raya Songgoriti, No 7, Songgokerto, Kecamatan Batu, yang membusuk dibelakang rumah, akhirnya  pihak kepolisian telah menangkap para tersangka. 

Empat pelaku bersama satu mobil KIA Vios milik korban  diamankan di Polres Batu, Jatim.
Salah seorang pelaku diduga mantan atlet tinju yang juga pemilik  villa cukup besar di kawasan Batu.

Ditemukannya barang bukti berupa mobil dan empat tersangka, membuat suasana di Polres Batu, Jawa Timur, tampak lebih sibuk dari hari biasanya, Kamis (28/10/2010).
Mengingat, pengejaran tersangka dan barang buktinya itu tak hanya dilakukan oleh Polres Batu tetapi gabungan personel Polda Jatim.

Hanya, saat para pewarta meminta keterangan atas penangkapan itu, Kapolres Batu, AKBP Gatot Soegeng Soesanto, masih enggan berkomentar.
“Memang para tersangkanya sudah tertangkap dan sekarang kami amankan di Polres Batu.
Tapi kami belum bisa memberikan banyak informasi mengingat saat ini penyidik sedang mengumpulkan keterangan dari para tersangka, lebih baik besok saja biar lebih jelas,” katanya, Kamis (28/10).

Beberapa sumber Surya menyebutkan, empat tersangka itu tertangkap Rabu (27/10) malam. Keempatnya adalah Leo, Farid dan GL serta Roki, yang diduga seorang mantan petinju yang tinggal di Batu. “Salah seorang tersangka memang berbadan gempal dan seorang mantan petinju.
Dia juga memiliki villa dikawasan Kelurahan Temas,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.
Seperti diberitakan, mayat kedua suami istri itu ditemukan pada Kamis (14/10) lalu dalam keadaan membusuk sedangkan kamar korban tampak dalam kondisi semrawut dan mobil  Vios serta Sepeda motor Supra X 125 yang sering dikendarai korban pun ikut raib. Diduga pembunuhan itu dilakukan para tersangka sekitar 4-6 Oktober lalu. Adapun Dich Parter Van Anwerpen adalah staf Konsulat Belanda di Surabaya.

Dibawa ke Semarang
Tertangkapnya  keempat tersangka berawal dari ditemukannya mobil Vios milik korban yang dibawa  ke Semarang, Jawa Tengah, oleh para tersangka.
Dari temuan itulah kepolisian pun mengembangkannya hingga akhirnya menemukan empat tersangka itu.
Dari keterangan sumber, para tersangka memang mengaku sengaja hendak merampok pasangan itu, karena informasi yang didapat para tersangka keduanya telah mendapatkan pembeli untuk menjual rumahnya senilai Rp 2 miliar. Namun ternyata uang yang dicari tak ada, karena rumah itu memang belum laku.
Karena kesal dan korban tak koorperatif, para tersangka menusuk perut dan pinggang kedua korban serta membenturkan kepala mereka ke dinding berkali-kali.
“Tetapi sebelumnya, mereka melumpuhkan korban dengan memukul pundak korban dengan linggis,” kata sumber.

Keempat tersangka diduga juga terlibat aksi perampokan ditempat lain.
Itu terlihat dari banyaknya Kasat Reskrim di sejumlah daerah seperti Kota Malang dan Kabupaten Malang yang juga ikut merapat ke Polres Batu.

  • Penulis : Renny Susilawati
  • Editor : Junianto Setyadi
http://www.surya.co.id/2010/10/28/eks-petinju-ikut-bunuh-staf-konsulat-belanda.html
Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar