![]() |
| Foto : Surya/DodoHW |
“Sebagai polisi, kita harus banyak komunikasi dengan masyarakat.
Kultur di Jawa Timur, kiai lebih dekat dengan masyarakat, sehingga dengan pendekatan keagamaan tentunya lebih mudah diketahui polisi,” katanya, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Senin (11/10/2010) petang.
Kapolda mengungkapkan, sosok kiai sangat dihormati, terutama di Jawa Timur.
Kedekatannya dengan masyarakat luas, tentunya akan lebih mempermudah polisi untuk bergerak. Pendekatan ke pondok, kata dia, selain sosok kiai yang sangat dihormati, pesantren juga mempunyai peran sangat penting. Bukan hanya warga bisa melaporkan jika ada aktivitas warga yang mencurigakan, keberadaan pesantren mampu menjadi benteng tersendiri untuk moral umat.
“Jika umat dibimbing pasti akan mendapatkan penerangan, sehingga tugas polisi juga tidak terlalu berat. Harus ada kerja sama yang baik antara TNI/Polri dengan ulama,” ujar mantan Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri tersebut.
Ternoda
Pihaknya tidak ingin iklim masyarakat Indonesia yang bisa saling menghormati satu dengan lainnya itu ternoda oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
Terlebih lagi, oknum teroris yang pernah tertangkap ada yang berasal dari Jawa Timur. Dimungkinkan, aksi teroris juga akan terjadi di Jawa Timur.
“Jaringan teroris itu tentunya sudah tersebar di seluruh Indonesia.
Di Jawa Timur sendiri pasti ada. Untuk itu, kami meminta untuk pengawasan lebih aktif, karena semua tempat mempunyai potensi,” kata Kapolda yang berasal dari Jember, Jawa Timur ini.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, KH Idris Marzuki, mengaku siap untuk membantu kinerja dari polisi, mengantisipasi aksi terorisme.
“Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan, akan berupaya keras untuk mengajarkan ilmu agama, dipahami sepenuhnya, bukan sepotong-sepotong.
Sebagai pengasuh pondok pesantren, kami menyambut baik minat dari bapak polisi untuk berupaya memerangi terorisme,” kata Mbah Idris, panggilan akrab KH Idris Marzuki.
- Penulis : Antara
- Editor : Junianto Setyadi
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar