![]() |
| (WOL Photo) |
MEDAN – Pasca penyergapan yang dilakukan tim gabungan dari Satuan Brimob Polda Sumut, Polres Serdang Bedagai dan Polres Tebing Tinggi terhadap kawanan perampok di kawasan perbukitan Dolok Masihul, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Tercatat satu pucuk AK 47, dua pucuk M16, dua pistol jenis FN, 700 butir amunisi dan empat magasin, disita polisi.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Oegroseno, memastikan jika senjata M16 yang ditemukan dari kawanan perampok di perbukitan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai milik Polri. Senjata ini dirampas dari Brigadir Immanuel Simanjuntak yang tewas dalam perampokan Bank CIMB Niaga beberapa waktu yang lalu.
Oegroseno mengatakan, kepastian itu diketahui karena nomor seri senjata M16 yang ditemukan tersebut sama dengan yang digunakan Brigadir Immanuel Simanjuntak yang dilarikan kawanan perampok tersebut. Kawanan perampok itu juga berupaya menghilangkan nomor seri senjata jenis M16 tersebut agar tidak dapat dikenali lagi.
Meski demikian, pihaknya masih dapat mengenali nomor seri tersebut yang sama dengan senjata yang digunakan personel Satuan Brimob Polda Sumut itu. "Nomor sering berusaha dihapus tetapi masih dapat dibaca," kata Oegroseno, tadi malam.
Sebelumnya, kantor cabang pembantu Bank CIMB Niaga yang berlokasi di Jalan Aksara Medan disatroni kawanan perampok bersenjata api yang diperkirakan berjumlah 16 orang pada 18 Agustus 2010.
Selain melarikan uang sekitar Rp400 juta, kawanan perampok itu menembak Brigadir Immanuel Simanjuntak yang bertugas di tempat dan membawa lari senjata yang digunakan personel Satuan Brimob Polda Sumut tersebut.
Editor: IMANIURI SILABA WASPADA ONLINE
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar