Polisi Batu Ungkap Pembunuh Staf Konsulat Belanda

Kamis, 28 Oktober 2010

Batu: Kepolisian Resor Kota Batu, Jawa Timur, Kamis, mengungkap pelaku pembunuhan staf Konsulat Belanda, Dirk Pieter Van Antwerpen, yang meninggal bersama istrinya di rumahnya Jalan Raya Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Batu, Jatim, 14 Oktober lalu.

Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Polisi Gatot Soegeng Soesanto membenarkan pengungkapan pelaku pembunuhan tersebut. Namun, ia masih enggan menjelaskan secara lengkap siapa pelaku pembunuhan itu.

Gatot hanya mengatakan, pelaku pembunuhan pasangan suami-istri tersebut adalah empat orang dan telah resmi dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

"Jumat (29/10), kami akan ungkap secara rinci siapa para tersangkanya. Untuk hari ini, kami mohon maaf belum bisa menyebutkan siapa saja tersangkanya," kata Gatot.

Salah satu sumber di Polres Kota Batu menyebutkan, empat tersangka yakni SGT alias Roki (26), warga Kota Batu; JMY (50) atau mertua Roki, warga Kota Batu dan sekarang pindah ke Jombang; serta Leo dan FRD yang keduanya warga Kota Malang.

Roki selama ini dikenal sebagai pemilik Villa Apache di Jalan Imam Bonjol Atas, RT 8 RW I, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Roki bersama JMY serta Leo ditangkap di Villa Apache pada waktu yang berbeda.

"Pada hari Senin (25/10), dia didatangi oleh dua intel dari Polres Batu yang meminta kepastian domisili JMY di Villa Apache. Lalu Rabu (27/10) malam banyak mobil berisi anggota Polres Batu yang mendatangi Villa Apache dan menjemput JMY yang saat itu juga ada Leo," Kata Ketua RT 9, Kelurahan Sisir, Erwin B Sambijono.

Erwin mengatakan dirinya tidak tahu secara jelas masalah yang terjadi pada Roki dan teman-temannya. Namun dia hanya diketahui ditangkap oleh sejumlah anggota Polres Batu.

Staf Konsulat Belanda bersama istri diketahui bermula dari seorang warga yang mencium bau menyengat dari rumah korban pada Kamis (14/10) sekitar pukul 16.30 WIB. Samuel, salah satu seorang warga tersebut mengira, bau busuk yang berasal dari rumah korban berasal dari bangkai ayam. Setelah mengintip dari atas rumah korban ternyata mayat manusia.

Warga kemudian melaporkannya kepada ketua RT setempat lalu diteruskan kepada Polsek Batu. Di dalam rumah, ternyata terdapat dua mayat, yakni Dirk Pieter yang tergolek di lorong antara teras dan pekarangan belakang rumah dengan posisi tubuhnya miring serta tangannya terikat tali plastik warna kuning.

Satunya adalah mayat Suyatmi yang juga istri Pieter, dengan posisi tubuhnya terlentang di halaman bagian belakang. Sementara kedua tangannya juga terborgol di belakang pinggang.(Ant/BEY)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2010/10/28/32686/Polisi-Batu-Ungkap-Pembunuh-Staf-Konsulat-Belanda


Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar