Tak ada yang abadi/Tak ada yang abadi . . . di Tol Cipularang menuju Bandung, Rabu (20/10) lalu, tak sengaja kami mendengar sebuah radio lokal memutar lagu milik Peterpan itu.
Suara si vokalis, Nazril Irham atau akrab disapa Ariel (29) terdengar sangat syahdu dan lirih, terutama ketika menyanyikan bagian reffrain. Sama lirihnya dengan keadaannya kini.
Ariel benar ketika bilang, tak ada yang abadi. Pun termasuk popularitas dan karier. Jika waktunya tiba, kemilau rockstar Ariel akan luntur.
Jika beberapa tahun lalu, media massa memberitakan Ariel dan Peterpan sukses dengan album Bintang di Surga yang menembus satu juta kopi, empat bulan belakangan Ariel justru diberitakan dari sudut pandang berbeda. Perkara video mesum serta sensasi yang menjadi pengekor lebih kentara diberitakan ketimbang prestasinya.
Seorang sumber kami di rutan Kebon Waru bercerita, setelah masuk sel untuk pertama kalinya, Ariel tidak langsung beristirahat. Ia baru tidur dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.
Entah apa yang dipikirkan Ariel. Mungkin ia kecewa dengan kenyataan yang mengharuskan ia mendekam lebih lama di tahanan. Tapi, pukul 06.00 WIB, sipir wajib membangunkan semua penghuni rutan.
Ariel yang baru tidur dini hari masih terlelap. Mungkin karena kasurnya cukup nyaman. Kasur yang ditiduri Ariel malam itu hasil karya penghuni lapas. Terbuat dari kain jahitan seadanya. Isinya kain sisa potongan menjahit dan sedikit busa. Tertidur pulas, Ariel pun langsung kena tegur sipir.
“Bangun kamu! Tidur melulu,” tekan si sumber menirukan ucapan sipir.
Usai bangun, Ariel wajib mengikuti agenda rutin, olahraga pagi dan sarapan.
Pagi itu, Ariel santap pagi dengan semangkuk bubur kacang hijau, bilang sumber kami.
Setap hari, jatah makan Ariel dipatok 7 ribu saja. Itu sudah aturan dari negara, beber Kepala Rutan Kebonwaru, Suharman kepada kami.
Dalam satu minggu, menu yang tersedia untuk Ariel empat butir telur, dua kali menyantap daging, dan sisanya sayuran dan ikan asin.
Hari-hari awal, Ariel dikenalkan dengan penghuni lain dan fasilitas yang ada di lingkungan rutan. Istilah resminya, Mapeling (Masa Pengenalan Lingkungan).
Rutan Kebonwaru bebas dari jagoan atau premanisme.
“Yang ada, hanya Pak RT di setiap kamar,” ucap sumber kami.
Tugas Pak RT menjaga ketertiban dalam kamar dan memperhatikan kondisi napi dan tahanan lainnya. Biasanya, Pak RT para napi yang sudah mendekam cukup lama.
“Tapi, kalau Ariel sih sepertinya bisa langsung jadi Pak RT,” tawa sumber kami.
(jul/gur)
Rabu, 27 Oktober 2010 14:08 Julian Edward
http://www.tabloidbintang.com/berita/polah/6446-sipir-penjara-kepada-ariel-bangun-kamu-tidur-melulu.html
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar