Dieksekusi, Ibra Mengamuk di Kejari

Kamis, 11 November 2010

Tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, Ibra Azhari, 39, mengamuk di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat, Kamis (11/11/2010).
Adik kandung artis Ayu Azhari itu sempat menggebrak meja ketika hendak dieksekusi ke Rumah Tahanan (rutan) Salemba, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Ibra datang ke Kejari Jakarta Barat pada pukul 15.00 WIB dengan mengenakan baju biru dan celana pendek bermotif kotak-kotak. 
Ibra, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Secarpiandy SH, dan dua orang polisi, terlihat memasang tampang kesal dan penuh emosi saat ditanya beberapa peliput soal kesiapannya menghuni rutan Salemba.

“Saya dipaksakan, dijebak oleh kepolisian.
Ya dari mana datangnya barang (barang bukti berupa sabu-sabu, Red) itu?
Coba tanya polisi,” ketus Ibra.

Seperti pernah diberitakan,
Ibra Azhari,  yang sudah tiga kali ditangkap karena kasus narkoba ––bahkan pernah mendekam di Nusakambangan–– ditangkap polisi, 24 Agustus lalu.
Versi polisi, bintang film Cinta dan Nafsu itu dibekuk saat mengambil paket berisi sabu-sabu di Bali lalu.
Paket itu kiriman dari Jakarta.
Sejak beberapa waktu belakangan ini, pemilik nama lengkap Ibrahim Solahudin Azhari tersebut memang tinggal di Denpasar, Bali.
Namun, Ibra berkali-kali menyatakan dijebak polisi, dan bukan penerima paket tersebut.

Dijebak
Ibra sampai sekarang tetap bersikukuh telah dijebak.
“Cuma karena saya seorang pesakitan, saya seorang pemakai (narkoba), dijadikanlah ajang naik pangkat untuk mereka,” seloroh Ibra.

Ibra, yang diciduk di kawasan Seminyak, Bali, merasa jebakan yang dialaminya sudah direncanakan.

“Alamat (pengiriman paket berisi sabu-sabu di Seminyak) betul tapi namanya lain.
Coba untuk apa? Kalau mau tangkap yang pertamalah yang ngirim itu siapa.
Kan teknologi sekarang sudah canggih, di situ kan ada nomernya.
(Polisi) lacaklah,” katanya.

Berkait dengan kecurigaannya tersebut, Ibra berharap hukum ditegakkan.
“Saya minta hukum ditegakkan, saya dipukul sama rata gitu loh
Saya juga manusia biasa juga, nama besar saya dijadikan ajang naik pangkat buat mereka saya enggak rela dunia akhirat,” tandas Ibra.

Ibra terus mencak-mencak.
Puncaknya, Ibra tiba-tiba menggebrak meja Kejari Jakarta Barat.
“Coba bayangin, cuma tiga gram.
Kalau saya mau satu miliar, buat apa tiga gram?!” ujar Ibra kesal sambil menggebrak meja.


  • Penulis : FAN/Kompas.com
  • Editor : Junianto Setyadi
http://www.surya.co.id/2010/11/11/dieksekusi-ibra-mengamuk-di-kejari.html
Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar