Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendalami keterlibatan para pelaku bisnis narkoba dari balik jeruji besi LP Nusakambangan.
Sejumlah buku tabungan atas nama anak dan cucu Kalapas Nusakambangan, Marwan Adli, yang disita diduga sebagai lumbung menyimpan uang hasil setoran bisnis narkoba sejumlah napi.
Selanjutnya tim dari BNN mengejar anak dan cucu Marwan. Namun, saat ditangkap dan diperiksa, cucu Marwan mengaku tidak tahu jika kakeknya itu menggunakan namanya untuk menyimpan uang.
"Saat kalapasnya diperiksa, dia enggak ngaku dapat setoran dari bisnis narkoba napinya. Yang jelas, dia pakai rekening anak dan cucunya. Cucunya sudah kita tangkap, tapi dia enggak tahu namanya dipakai," ujar Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN, Benny Mamoto saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (9/3/2011).
Karena masih dalam pengembangan penyidikan, Benny enggan memberitahu total saldo yang di rekening cucu Marwan. Yang jelas, Benny mengakui jika uang yang disembunyikan Marwan lewat rekening cucunya itu akan membuat publik tercengang.
Menurut Benny, cucu Marwan baru saja lulus kuliah dan akan mendaftarkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Saat ini, tim dari BNN masih melakukan pengejaran terhadap anak Marwan yang berada di wilayah Jakarta. "Anaknya ada di Jakarta. Dia enggak bakal ke mana-mana," ujarnya.
Menurut Benny, apa yang dilakukan Marwan ini bisa dipidana dengan pasal pencucian uang dan konspirasi bisnis narkoba. "Dia bisa disangkakan berkonspirasi dan melakukan money laundring," jelasnya.
Saat ditanya, apakah akan dikenakan pasal tindak pidana korupsi yakni suap, Benny menjawab, "Itu sisi lain. Sementara, dia diduga menerima atau melakukan pungutan dari napi yang melakukan transaksi narkoba."
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendalami keterlibatan para pelaku bisnis narkoba dari balik jeruji besi LP Nusakambangan.
Sejumlah buku tabungan atas nama anak dan cucu Kalapas Nusakambangan, Marwan Adli, yang disita diduga sebagai lumbung menyimpan uang hasil setoran bisnis narkoba sejumlah napi.
Selanjutnya tim dari BNN mengejar anak dan cucu Marwan. Namun, saat ditangkap dan diperiksa, cucu Marwan mengaku tidak tahu jika kakeknya itu menggunakan namanya untuk menyimpan uang.
"Saat kalapasnya diperiksa, dia enggak ngaku dapat setoran dari bisnis narkoba napinya. Yang jelas, dia pakai rekening anak dan cucunya. Cucunya sudah kita tangkap, tapi dia enggak tahu namanya dipakai," ujar Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN, Benny Mamoto saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (9/3/2011).
Karena masih dalam pengembangan penyidikan, Benny enggan memberitahu total saldo yang di rekening cucu Marwan. Yang jelas, Benny mengakui jika uang yang disembunyikan Marwan lewat rekening cucunya itu akan membuat publik tercengang.
Menurut Benny, cucu Marwan baru saja lulus kuliah dan akan mendaftarkan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Saat ini, tim dari BNN masih melakukan pengejaran terhadap anak Marwan yang berada di wilayah Jakarta. "Anaknya ada di Jakarta. Dia enggak bakal ke mana-mana," ujarnya.
Menurut Benny, apa yang dilakukan Marwan ini bisa dipidana dengan pasal pencucian uang dan konspirasi bisnis narkoba. "Dia bisa disangkakan berkonspirasi dan melakukan money laundring," jelasnya.
Saat ditanya, apakah akan dikenakan pasal tindak pidana korupsi yakni suap, Benny menjawab, "Itu sisi lain. Sementara, dia diduga menerima atau melakukan pungutan dari napi yang melakukan transaksi narkoba."
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Ade Mayasanto
http://www.tribunnews.com/2011/03/09/kalapas-nusakambangan-timbun-uang-di-rekening-cucu***
BNN : Kalapas Marwan Adli Terima Uang dari Hartoni
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Sedikit demi sedikit penyebab Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan Marwan Adli ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai terkuak.Marwan disebut, turut menerima aliran dana hasil transaksi narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang dipimpinnya itu.
Aliran dana itu diterima Marwan dari Hartoni. "Ada indikasi dugaan aliran dana yang diterima Kepala Lapas narkotika dari Hartoni. Kita lakukan pemeriksaan dan kita tangkap kemarin," ujar Kepala bagian Humas BNN Sumirat saat dihubungi, Rabu (9/3/2011).
Hartoni adalah warga binaan Lapas Narkotika Nusakambangan yang ditangkap BNN karena kedapatan memiliki 380 gram sabu-sabu. "Dia salah watu warga binaan yang memiliki 380 gram sabu-sabu," jelasnya.
Sayangnya, Sumirat enggan mengungkap berapa besaran uang yang diterima Marwan dari Hartoni. Penyidik, katanya, masih terus menyelidiki hal itu
Sebelumnya diberitakan, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan Marwan Adli dan dua petugas LP. Mereka diduga terlibat dalam perdagangan narkotik di LP.
Aparat BNN juga menangkap Hartoni, seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan (LP) tersebut. Hartoni diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran dan perdagangan narkotik.
Penulis: Vanroy Pakpahan | Editor: Ade Mayasanto
http://www.tribunnews.com/2011/03/09/bnn-kalapas-marwan-adli-terima-uang-dari-hartoni***
Aksi Kalapas Narkotika Nusakambangan Seret Anak Buah ?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy PakpahanTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Penangkapan terhadap Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan Marwan Adli bakal berbuntut panjang. Direktur Jenderal pemasyarakatan (PAS) Untung Sugiyono menengarai, aksi jual beli narkoba oleh Kalapas Marwan Adli bakal menyeret jajaran staf di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan.
"Mungkin saja, kan sedang didalami," kata Untung Sugiyono di KemenkumHAM, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
Namun demikian, Untung menjelaskan, hal itu masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Saat ini, tim dari Direktorat Jenderal pemasyarakatan dan Kanwil
KemenkumHAM sudah berada di lokasi untuk menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan para oknum jajaran Lapas Narkotika.
Untung sendiri mempersilakan BNN dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu, dan menindak para oknum yang terbukti terlibat lelanggar hukum.
"Silahkan itu kan wewenang BNN atau kewenangan kepolisian," katanya.
Sebelumnya diberitakan, aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Nusakambangan Marwan Adli dan dua petugas LP. Mereka diduga terlibat dalam perdagangan narkotik di LP.
Aparat BNN juga menangkap Hartoni, seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan (LP) tersebut. Hartoni diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran dan perdagangan narkotik itu.
Penulis: Vanroy Pakpahan | Editor: Ade Mayasanto
http://www.tribunnews.com/2011/03/09/aksi-kalapas-narkotika-nusakambangan-seret-anak-buah-BNN Sita Buku Tabungan Anak Cucu Kalapas Nusakambangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
BNN menyita buku tabungan anak dan cucu Kalapas Nusakambangan Marwan Adli dari hasil penggeledahan di rumah dan ruang kerja kalapas pada Selasa (8/3/2011) sore."Kita sudah sita hp, cpu komputer, laptop, buku laporan, beberapa buku tabungan atas nama anak dan cucu kalapas," kata Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN, Benny Mamoto saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (9/3/2011).
Dari barang bukti itu, anggota BNN dibantu sejumlah personil kepolisian melakukan pengembangan penyidikan bisnis narkoba dari balik jeruji besi ini.
http://www.tribunnews.com/2011/03/09/bnn-sita-buku-tabungan-anak-cucu-kalapas-nusakambangan
Translate to : by





0 komentar:
Posting Komentar