Gula Pada Susu Picu Obesitas Anak

Selasa, 21 Juni 2011

Penting untuk memperhatikan takaran gula pada susu buah hati.

Jumlah anak-anak kegemukan di Indonesia,  meningkat setiap tahunnya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, yaitu 14 persen balita termasuk dalam kategori gizi berlebih.

Kegemukan atau gizi lebih pada anak, secara keseluruhan sebenarnya dapat dicegah baik dari rumah maupun dari lingkungan sekolah. Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), orangtua harus mencermati asupan nutrisi yang memengaruhi kegemukan yang meningkat di kalangan anak-anak.

“Hasil riset kami menunjukkan bahwa salah satu sumber utama yang dapat memicu obesitas pada anak adalah adanya asupan gula berlebih dalam susu," kata Dr. Saptawati dalam acara Dongeng FeMale serta FeMale Parenting Club, di Jakarta yang diadakan oleh Fonterra Indonesia, seperti dikutip dari rilis yang diterima vivanews.com

Dokter Saptawati juga mengingatkan dampak negatif kegemukan pada anak. Seperti, timbulnya penyakit jantung, stroke dan diabetes melitus tipe 2.

Terkait dengan adanya peningkatan prevalensi kegemukan atau gizi lebih di kalangan anak - anak, dr. Muliaman Mansyur, Medical Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia, mengungkapkan, "Jika dalam sehari, anak diberikan tiga gelas susu, artinya anak tersebut mengonsumsi gula tambahan hingga 12 sendok teh."

Padahal, merujuk pada anjuran badan kesehatan dunia, WHO, anak usia 1 hingga 3 tahun, maksimal mengonsumsi gula, 5 sendok teh per hari. Lalu, anak usia 4 hingga 6 tahun maksimal mengonsumsi gula 8 sendok teh per hari, dari total keseluruhan makanan dan minumannya. Jadi, perhatikan juga asupan susu buah hati, jangan sampai berlebihan.



Mutia Nugraheni, Febry Abbdinnah • VIVAnews 
http://kosmo.vivanews.com/news/read/228252-gula-pada-susu-picu-obesitas-anak

Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar