Nasib naas dialami Bibit (78), seorang nenek warga Kediri menemui ajal
terbakar hidup-hidup saat dirinya membersihkan pekarangan masjid
setempat. Sekujur tubuh korban gosong terbakar saat ditemukan Supardi,
tetangga korban.
Kejadian berawal saat korban, warga Desa Blaru Kecamatan Badas membersihkan kebun wakaf masjid yang dipenuhi tanaman bambu. Korban membakar dedaunan di lokasi, namun dirinya terjebak api tanpa ada warga lain yang mengetahuinya.
"Ibu sebelumnya tidak pamit mau membersihkan pekarangan masjid, bahkan ibu sempat makan pagi bersama keluarga, tiba-tiba ditemukan tetangga sudah dalam keadaan meninggal terbakar," kata Andrian (40) anak kandung korban sambil menangis di Kamar Jenazah RS Bayangkara kepada detiksurabaya.com, Selasa (11/10/2011).
Sementara Kapolsek Pare AKP Agus Garbo menduga korban mengalami penyakit pikun atau lupa ingatan, hingga korban tak sadar terjebak api. Dari olah TKP tidak ditemukan unsur pidana dan murni kecelakaan.
"Dari tim medis menyimpulkan korban mengalami dehidrasi kekurangan cairan saat terjebak api hingga mengakibatkan meninggal dunia," ungkap Agus Garbo kepada detiksurabaya.com usai melakukan pemeriksaan korban.
Petugas mengamankan korek api milik korban dan jerigen kecil berisi minyak tanah. Meski diduga kecelakaan, namun pihak kepolisian masih menunggu hasil outopsi untuk memastikan penyebab kematian sang nenek.
(fat/fat)
Hartono - detikSurabaya
http://surabaya.detik.com/read/2011/10/11/174002/1741771/475/seorang-nenek-terbakar-hidup-hidup-di-pekarangan-masjid?y990101mainnews
Kejadian berawal saat korban, warga Desa Blaru Kecamatan Badas membersihkan kebun wakaf masjid yang dipenuhi tanaman bambu. Korban membakar dedaunan di lokasi, namun dirinya terjebak api tanpa ada warga lain yang mengetahuinya.
"Ibu sebelumnya tidak pamit mau membersihkan pekarangan masjid, bahkan ibu sempat makan pagi bersama keluarga, tiba-tiba ditemukan tetangga sudah dalam keadaan meninggal terbakar," kata Andrian (40) anak kandung korban sambil menangis di Kamar Jenazah RS Bayangkara kepada detiksurabaya.com, Selasa (11/10/2011).
Sementara Kapolsek Pare AKP Agus Garbo menduga korban mengalami penyakit pikun atau lupa ingatan, hingga korban tak sadar terjebak api. Dari olah TKP tidak ditemukan unsur pidana dan murni kecelakaan.
"Dari tim medis menyimpulkan korban mengalami dehidrasi kekurangan cairan saat terjebak api hingga mengakibatkan meninggal dunia," ungkap Agus Garbo kepada detiksurabaya.com usai melakukan pemeriksaan korban.
Petugas mengamankan korek api milik korban dan jerigen kecil berisi minyak tanah. Meski diduga kecelakaan, namun pihak kepolisian masih menunggu hasil outopsi untuk memastikan penyebab kematian sang nenek.
(fat/fat)
Hartono - detikSurabaya
http://surabaya.detik.com/read/2011/10/11/174002/1741771/475/seorang-nenek-terbakar-hidup-hidup-di-pekarangan-masjid?y990101mainnews
Translate to : by



0 komentar:
Posting Komentar