Silikon Beracun di Eropa Juga Mengancam Kaum Laki-laki

Jumat, 06 Januari 2012

Puluhan ribu pengguna implan silikon murahan buatan Prancis diimbau untuk melepas payudara palsunya dengan alasan keamanan karena bisa memicu kanker. Imbauan itu kini bukan hanya untuk kaum perempuan, tetapi juga untuk kaum laki-laki.

Laki-laki yang memakai implan silikon untuk memperbesar payudara memang tidak banyak, hanya terbatas pada kaum transgender yang ingin mengubah penampilannya agar payudaranya tampak seperti perempuan. Namun demikian, banyak laki-laki memakai implan silikon untuk tujuan lain.

Menurut pengakuan salah seorang karyawan Poly Implant Prosthesis (PIP) yang memproduksi silikon beracun yang tidak disebut namanya, perusahaan ini tidak cuma memproduksi implan payudara. Untuk laki-laki, PIP juga membuat implan untuk bahu dan buah zakar.

Implan buah zakar dipakai untuk tujuan rekonstruksi atau memperbaiki penampilan setelah menjalani operasi pengangkatan testis karena kanker atau sebab lain. Implan ini tentu tidak memperoduksi sperma seperti testis sungguhan, namun sangat dibutuhkan untuk mengembalikan rasa percaya diri.

Demikian juga dengan implan bahu, banyak laki-laki memakainya untuk menyempurnakan penampilan agar tampak lebih kekar. Namun seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (6/1/2012), implan bahu juga banyak digunakan oleh penderita Sindrom Polandia yang membuat bahu tumbuh tidak simetris.

Salah satu penderita Sindrom Polandia adalah Jeremmy Beadle, seorang penyiar televisi ternama di Inggris yang meninggal tahun 2008 karena penyakitnya tersebut. Tidak diketahui pasti apakah ia juga menggunakan implan buatan PIP untuk memperbaiki bentuk bahunya.

Hingga saat ini belum ada data resmi terkait berapa jumlah laki-laki yang menggunakan implan silikon beracun buatan PIP. Namun diyakini, implan payudara digunakan oleh lebih banyak perempuan karena harganya memang lebih murah dibanding implan sejenis yang diproduksi perusahaan lain.


(up/ir)
http://www.detikhealth.com/read


BACA JUGA :

Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar