Telkom Merapat ke Bakrie Diduga Picu Tekanan Jual Asing

Rabu, 03 November 2010



 Kapitalisasi Merosot Rp 24 Triliun

Pelemahan tajam saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) selama 4 hari berturut-turut diduga merupakan reaksi atas rencana konsolidasi Flexi dengan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Asing catat net sell Rp 896,374 miliar.

"Ada banyak isu yang berkembang, mulai dari downgrade saham TLKM, isu pengalihan investor ke Krakatau Steel (KS) sampai corporate action Flexi-Esia. Untuk isu KS, saya meragukan itu. Saya kira lebih kepada rencana sinergi TelkomFlexi dengan BTEL," ujar Direktur Utama PT Finan Corporindo Nusa Edwin Sinaga saat dihubungi detikFinance, Rabu (3/11/2010).

Saham Telkom mengalami tekanan jual hebat selama 4 hari terakhir. Total nilai transaksi saham TLKM selama periode tersebut mencapai Rp 2,215 triliun. Total nilai beli asing sebesar Rp 415,456 miliar, sedangkan nilai jual asing mencapai Rp 1,311 triliun.

Nilai jual bersih (net sell) asing dalam 4 hari mencapai Rp 896,374 miliar. Harga saham TLKM pun merosot 12,97% dari Rp 9.250 menjadi Rp 8.050 per saham.

Kapitalisasi pasar saham TLKM pun langsung merosot Rp 24,192 triliun dari Rp 186,479 triliun pada penutupan perdagangan 28 Oktober 2010 menjadi Rp 162,287 triliun pada penutupan sesi I 3 November 2010.

Kabar yang beredar sempat mengatakan kalau investor asing beralih portofolio dari TLKM ke saham perdana KS. Pengamat saham Uki Mahendra juga tidak melihat ada kecenderungan tersebut. Menurutnya, peralihan portofolio asing dari TLKM lebih didorong oleh perhitungan jangka panjang atas kinerja TLKM.

"Investor asing pasti berfikir long term. Dan saya pikir tidak beralih ke KS. Ini hanya karena kebijakan fund-fund manager dalam alokasi dana saja," kata Mahendra.

Menurutnya, tekanan jual asing pada saham TLKM bakal terus berlanjut dalam jangka pendek. "Mereka beralih ke saham komoditi, kan harga minyak dan batubara sedang naik. Kalau lihat kesempatannya ada, akan masuk lagi ke TLKM. Kan TLKM saham blue chip," tambahnya.



(dro/qom) 
Indro Bagus,Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar