Muhammad Nazaruddin
sepertinya tidak terpikir lagi untuk mengajukan pemindahan rumah tahanan
dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Tersangka kasus suap Wisma Atlet di Palembang itu merasa kondisi Rutan yang ditempatinya kini sudah nyaman.
"Dia cukup nyaman dengan kondisinya, tidak ada merasa tertekan. Sekarang banyak diberi keleluasaan untuk Salat Idul Fitri atau Salat Jumat," kata Panitia Akuntabilitas Publik DPD RI, Farouk Muhammad usai menemui Nazaruddin di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (9/9/2011).
Dengan kondisi tersebut, kata Farouk, Nazaruddin sudah tidak berfikir untuk pindah rumah tahanan. Menurut Farouk, pernyataan Nazaruddin selama ini tentang Rutan Mako Brimob sudah direspon kepolisian dengan mengubah manajemen Rutan.
"Dia akan konsisten akan mengatakan yang sebenarnya. Dan kita menghargai Polri khususnya kepada karutan yang baru," kata Farouk.
Diketahui, Mabes Polri melakukan pergantian Karutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Senin (29/8/2011). Kompol Basuki yang menjabat sebagai Karutan digantikan oleh AKP Christian Tanato.
Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan Basuki sebelumnya merangkap jabatan Kasie SDM Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Polri mengembalikan jabatan itu kepada Basuki.
Sedangkan penggantinya, Kompol Christian Tanoko merupakan perwira di Korps Brimob.
Penggantian Kompol Basuki sendiri dilakukan tidak lama setelah petugas menyita sebuah ponsel BlackBerry berwarna putih dari Nazaruddin saat ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (24/8/2011).
Sebelumnya, Nazaruddin meminta agar dipindahkan dari Rutan Mako Brimob karena merasa dirinya tertekan. Jika tidak dipindahkan,maka Nazaruddin akan bungkam.
Tersangka kasus suap Wisma Atlet di Palembang itu merasa kondisi Rutan yang ditempatinya kini sudah nyaman.
"Dia cukup nyaman dengan kondisinya, tidak ada merasa tertekan. Sekarang banyak diberi keleluasaan untuk Salat Idul Fitri atau Salat Jumat," kata Panitia Akuntabilitas Publik DPD RI, Farouk Muhammad usai menemui Nazaruddin di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (9/9/2011).
Dengan kondisi tersebut, kata Farouk, Nazaruddin sudah tidak berfikir untuk pindah rumah tahanan. Menurut Farouk, pernyataan Nazaruddin selama ini tentang Rutan Mako Brimob sudah direspon kepolisian dengan mengubah manajemen Rutan.
"Dia akan konsisten akan mengatakan yang sebenarnya. Dan kita menghargai Polri khususnya kepada karutan yang baru," kata Farouk.
Diketahui, Mabes Polri melakukan pergantian Karutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Senin (29/8/2011). Kompol Basuki yang menjabat sebagai Karutan digantikan oleh AKP Christian Tanato.
Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan Basuki sebelumnya merangkap jabatan Kasie SDM Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Polri mengembalikan jabatan itu kepada Basuki.
Sedangkan penggantinya, Kompol Christian Tanoko merupakan perwira di Korps Brimob.
Penggantian Kompol Basuki sendiri dilakukan tidak lama setelah petugas menyita sebuah ponsel BlackBerry berwarna putih dari Nazaruddin saat ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (24/8/2011).
Sebelumnya, Nazaruddin meminta agar dipindahkan dari Rutan Mako Brimob karena merasa dirinya tertekan. Jika tidak dipindahkan,maka Nazaruddin akan bungkam.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yudie Thirzano
http://www.tribunnews.com/2011/09/09/nazaruddin-merasa-kerasan-tak-lagi-minta-pindah-rutanTranslate to : by



0 komentar:
Posting Komentar