Guru Ngaji Tewas Ditembak : Ribuan Warga Sepande Geruduk Polres Sidoarjo

Selasa, 01 November 2011

Ribuan warga Desa Sepande Kecamatan Candi, yang melakukan longmarch menuju kantor DPRD Sidoarjo, harus menelan kekecewaan karena niat untuk menyampaikan aspirasinya terkait penembakan guru ngaji, Riyadhus Solikhin (29) oleh oknum Polres Sidoarjo, tidak diperbolehkan masuk.

Karena pintu pagar tertutup dan dijaga puluhan polisi dari Polres Sidoarjo, akhirnya warga bergerak ke pendopo kabupaten. Sebelumnya, warga juga menggelar aksi teatrikal yang menceritakan kekejaman seorang anggota polisi terhadap warga.

Setelah itu warga bergerak menuju ke pendopo. Namun hasilnya sama, karena polisi berjaga di dalam pagar. Warga pun akhirnya menuju ke Polres Sidoarjo Jalan Kombes M Duriyat.

Hingga pukul 14.30 WIB, warga yang berniat masuk ke kompleks polres dihalang-halangi dengan pagar berduri dan blokade pasukan.

"Kami minta oknum Polres Sidoarjo yakni Briptu Eko diberi sanksi seberat-beratnya dan meminta Kapolda Jatim meminta maaf kepada warga baik melalui media cetak dan elektronik," kata Koordinator Warga Sepande, Sunaryo (41) kepada wartawan di lokasi, Senin (31/10/2011).

Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian akhirnya memperbolehkan 8 perwakilan warga masuk ke Polres Sidoarjo untuk mediasi. Sedangkan warga membubarkan diri menuju ke sebuah cafe yang diduga sering digunakan Briptu Eko untuk mabuk.

Seperti yang diberitakan, Riyadhus Sholihin tewas ditembak oknum anggota Reskrim Polres Sidoarjo, usai menyerempet seorang polisi di depan GOR Delta Sidoarjo, pada Jumat (28/10/2011) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

(fat/fat)




http://surabaya.detik.com/read/2011/10/31/145921/1756591/475/ribuan-warga-sepande-geruduk-polres-sidoarjo?y991101465
***



Belasan orang dari DPW Garda Bangsa Jawa Timur mendatangi Polda Jatim. Kedatangan mereka mendesak kepada institusi kepolisian khususnya Polda Jatim menangani kasus penembakan Riyadhus Solikhin (29) hingga tewas oleh oknum Polres Sidoarjo secara transparan.

"Kita ingin mendorong untuk percepatan-percepatan agar kasus ini diselesaikan secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi," kata Zaino Nashiruddin kepada wartawan, Senin (31/10/2011).

Ketua Dewan Koordinasi Garda Bangsa Jatim ini mengatakan kedatangannya ingin memastikan keberadaan Briptu Eko yang sudah ditetap sebagai tersangka kasus ini dan ditahan di Polda Jatim.

"Apa ditahan atau disembunyikan. Jangan-jangan hanya disembunyikan," imbuhnya.

Bahkan pria yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini berencana akan meminta klarifikasi secara intitusi kepada Kapolda Jatim jika sampai kasus ini berusaha ditutup-tutupi.

"Akan kita panggil Kapolda dengan mekanisme dewan kalau sampai penanganan ini tidak segera dituntaskan secara transparan dalam waktu 3x24 jam," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya mempunyai 7tuntutan yang ditembuskan kepada Kapolda, Kapolri. Ketujuh tuntutan itu diantaranya, meminta pihak kepolisian tidak mengeluarkan statemen yang kontra produktif dan tendesius serta meminta Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko untuk menindak dan memberi sanksi tegas kepada Briptu Eko Ristanto dan oknum polisi yang telah melakukan penembakan terhadap Riyadhus Solikhin secara transparan tanpa rekayasa baik sanksi etik maupun pidana.

"Kita menuntut kepada pihak kepolisian ikut memikirkan kehidupan keluarga yang ditinggalkan oleh saudara kami Riyadhus Solikhin dengan memberikan biaya kehidupan sehari-hari," pungkasnya.


(ze/fat)
Zainal Effendi - detikSurabaya
http://surabaya.detik.com/read/2011/10/31/135937/1756537/475/garda-bangsa-target-polisi-3x24-jam-tuntaskan-penembakan-guru-ngaji

Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar