Kisah Siti Nurbaya Dari Pamekasan

Senin, 08 November 2010

Siapa bilang kisah cinta ala Siti Nurbaya tidak terjadi di era modern. Seperti di Pamekasan, Madura, terjadi. Meski sempat melarikan diri selama dua hari, namun siswi kelas 2 MA ini kembali ke rumah dan menuruti kemauan orangtuanya untuk menikah dengan laki-laki yang dipilih untuknya.

Adalah SL (16), anak kedua dari Sa'i (45) dan Rohemah (40), warga Dusun Klampok Desa Cen Lecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan, dia sempat menghilang ke Sumenep.

Dia kabur bersama pacarnya yang satu sekolah dengan dirinya. Kaburnya SL ini sempat membuat ayahnya depresi. Sang ayah depresi dan mengurung diri dalam kamarnya. Maklum, Sa'i telah menyebarkan ratusan undangan tapi calon mempelai putri menghilang menjelang akad nikah.

Rupanya SL anak yang berbakti, dia pulang ke kampung halamannya. Tapi SL tidak ke rumah orangtuanya, dia menuju rumah pamannya yang bernama Madrai. "SL mampir ke rumah saya dan menangis," kata Madrai, paman Sulai, ditemui di sebuah salon k ecantikan di Jalan Mesegit, Senin (8/11/2010).

Di salon itu, Madrai bersama istrinya mengantar SL berdandan. Kepada Madrai, SL mengaku kabur bersama pacarnya yang juga kakak kelasnya di MA. SL bersama pacarnya itu, mengaku sempat menginap 2 malam di rumah kerabat Wahid di Sumenep.

Mengetahui SL datang, akhirnya ayah dan ibunya menjemputnya. Di rumah Madrai, SL dirayu agar bersedia menikah dengan Ramli (20) Desa Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Apalagi masa depan Ramli cukup cerah. Sebab, Ramli berstatus guru SD di Sumenep.

SL akhirnya bersedia menikah. Tapi Sulai memberi syarat. "Saya mau menikah, tapi setelah menikah saya tidak mau diboyong suami. Saya harus meneruskan sekolah sampai lulus," ungkap SL kepada orangtuanya yang ditirukan Madrai.

Persyaratan SL diterima. Pernikahan SL dan lelaki pilihan orangtuanya jadi digelar.

(wln/wln)
Ardi Yanuar - detikSurabaya
http://surabaya.detik.com/read/2010/11/08/124059/1489248/475/kisah-siti-nurbaya-dari-pamekasan 


Translate to : by

0 komentar:

Posting Komentar